Pendidikan Bagi Anak Dengan Disabilitas

Pendidikan Bagi Anak Dengan Disabilitas

Bagi jutaan anak di seluruh dunia, akses ke sekolah di mana mereka dapat benar-benar belajar cukup menantang dan tidak mudah didapatkan, terutama di Indonesia yang masih memiliki banyak kekurangan baik dari tenaga pengajar maupun fasilitas sekolah itu sendiri. Namun, di daerah yang kurang mampu atau kurang terlayani, rintangan tambahan seperti disabilitas terbukti terlalu sulit untuk diatasi. Anak-anak penyandang disabilitas dapat menghadapi berbagai bentuk pengecualian, seringkali membatasi partisipasi mereka dalam komunitas mereka. Ini juga bisa berarti mereka tidak pergi ke sekolah atau bahwa mereka tidak diberi dukungan yang mereka butuhkan. Ketidaktahuan atau kurangnya sumber daya, kadang-kadang keduanya, adalah masalah yang nyata yang membutuhkan perhatian yang sama serta dorongan penuh untuk memastikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak cacat kompasiana.

Data dari Plan International menunjukkan bahwa secara global, 150 juta anak-anak hidup dengan disabilitas dan anak-anak penyandang disabilitas 10 kali lebih kecil kemungkinannya untuk pergi ke sekolah daripada mereka yang tidak memiliki disabilitas. Anak-anak penyandang disabilitas di negara berkembang jauh lebih mungkin putus sekolah, dengan perkiraan kehadiran 10% dan hanya 5% dari mereka yang menyelesaikan sekolah dasar. Padahal seharusnya setiap orang harus memiliki akses ke pendidikan berkualitas, terlepas dari keadaan mereka dan kita tahu bahwa disabiltas bukan berarti ketidakmampuan. Sekolah memang tempat untuk belajar, tetapi sekolah dapat memiliki arti yang jauh lebih besar dari itu. Sekolah adalah adalah tempat yang tepat untuk mendapatkan jaringan dukungan dan katalis untuk kesuksesan, akademik dan sosial, dan lebih jauh lagi tempat ini adalah arena untuk secara positif menantang, memengaruhi dan mengubah sikap dan keyakinan yang kita pegang tentang diri kita sendiri dan orang lain.

Anak-anak, baik yang memiliki disabilitas maupun yang tidak masih sering ditolak haknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak mereka dapatkan. Perkiraan terbaru adalah 263 juta anak yang tidak bersekolah dan 617 juta lainnya bersekolah tetapi tidak belajar. Dengan keyakinan bahwa pendidikan (dan sekolah yang baik) adalah bentuk transformasi yang paling baik dan bahwa pendidikan memungkinkan orang untuk melampaui keadaan mereka dan menyadari potensi penuh mereka untuk dapat berkontribusi di masyarakat.